Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional, Puan Maharani: Kita Harus Tetap Tangguh!

    Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional, Puan Maharani: Kita Harus Tetap Tangguh!
    Puan Maharadi, Ketua DPR RI

    JAKARTA –  Hari kemarin, tanggal 27 Desember 2021, tepat setahun Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 27 Desember sebagai "Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional" yang diinisiasi sebagai sebuah pengingat awal mula pandemi Covid-19 merebak dan menyebar sangat cepat, menghantui hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. 

    Sebuah pernyataan yang dilansir menyertai diresmikannya hari peringatan tersebut mengatakan bahwa keputusan Majelis Umum PBB tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyoroti pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan penangan dan kemitraan berbagai pihak untuk melawan epidemi. 

    PUBLIK.CO.ID
    market.biz.id PUBLIK.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Penetapan tersebut, dilakukan beberapa hari setelah ratusan pemimpin dunia berkumpul dalam sidang khusus PBB yang dilakukan secara virtual pada akhir 2020 lalu sebagai tanggapan terhadap Covid-19, tepatnya satu tahun, setelah virus tersebut terdeteksi di Wuhan, Cina.  

    Para pemimpin Negara yang hadir dalam pertemuan kala itu menuntut tindakan segera untuk menjamin pemerataan vaksin virus.

    RILISNASIONAL
    market.biz.id RILISNASIONAL
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Satu tahun setelah ditetapkannya Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional ini, penanganan Covid-19 di berbagai Negara terus membaik. Demikian pula di Indonesia

    Kekalutan yang melanda dan menimbulkan kepanikan yang mencekam ketika kasus COVID-19 mulai muncul di Indonesia pada awal 2020, telah berkurang cukup signifikan dan puncak penyebaran virus telah terlampaui. 

    NAGARI.CO.ID
    market.biz.id NAGARI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Kendati begitu, berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan secara massif oleh pemerintah dan imbauan terhadap masyarakat untuk disiplin menerapkan prosedur kesehatan tak henti digaungkan.  

    Pemerintah Indonesia mengambil langkah amat serius dalam penanggulangan pandemic COVID-19 sambil tetap memperhitungkan keberlangsungan putaran roda perekonomian. Segala upaya tersebut mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Program vaksinasi saat ini bahkan telah menjangkau anak-anak usia 6-11 tahun. 

    SIBERIA.CO.ID
    market.biz.id SIBERIA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Kala diminta pernyataan terkait Hari Kesiapsiagaan Epidemi ini, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas semua pencapaian terkait penanggulangan pandemi COVID-19. 

    “Kita harus tetap tangguh, bahu membahu bergotong royong, menolong sesama, kita pasti menang menghadapi pandemic ini, bahkan tumbuh menjadi semakin solid. DPR RI senantiasa mengawal bangsa ini supaya tetap kuat dan kokoh menghadapi badai ini, ” Puan menegaskan.

    Pakar kesehatan masyarakat, Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan mengatakan, bila dalam masa dua pekan paska tahun baru 2022 tak terjadi lonjakan kasus COVID-19, maka, program vaksinasi bisa dianggap berhasil dan pada 2022 nanti masyarakat bisa berharap akan dapat lebih leluasa dari pada saat ini.

    “Tapi kita tetap tak boleh lengah dan harus tetap waspada, karena sampai saat ini, kami para peneliti belum dapat memperkirakan apakah tahun depan pandemic saat ini akan bisa menjadi endemi atau belum, ” kata pakar kesehatan masyarakat yang biasa disapa Weka itu.

    Weka juga mengimbau masyarakat untuk mengalokasikan uang yang dimiliki sekarang lebih untuk membeli makanan dan minuman yang bergizi bukan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

    “Makanan bergizi bukan sekedar susu ya. Makanan bergizi yang penting adalah makanan yang sehari-hari kita makan harus memenuhi piramida gizi seimbang yakni banyak makan buah-buahan dan sayuran yang diolah dengan baik sehingga kandungan vitamin dan mineralnya terjaga. Vitamin dan mineral akan mampu meningkatkan kekebalan tubuh dalam pencegahan penyakit, tak terkecuali Covid-19, ” katanya. 

    Hal yang tak kalah penting, tentu saja tetap berdisiplin menerapkan prokes, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Selain itu, vaksinasi juga perlu segera dilakukan, sembari terus  juga melakukan testing (tes), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan). (MHR/Red)

    ADV.CO.ID
    market.biz.id ADV.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Justisia

    Justisia

    Artikel Sebelumnya

    Temukan Potensi Mal Administrasi Tata Kelola...

    Artikel Berikutnya

    Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Eksportir...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 485

    Postingan Tahun ini: 1799

    Registered: May 25, 2021

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 458

    Postingan Tahun ini: 2367

    Registered: Apr 8, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 176

    Postingan Tahun ini: 637

    Registered: Nov 15, 2021

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 146

    Postingan Tahun ini: 528

    Registered: Oct 4, 2021

    Profle

    Narsono son verified

    Poltekip 52 Lapas Pasir Putih Nusakambangan Ikuti Pembinaan Jasmani
    Accept International Kunjungi Lapas High Risk Pasir Putih Nusakambangan
    Kalapas Lapsustik Sampaikan Delapan Hal Penting Pada Pegawai,  Mohon Disimak
    Warga Kota Tegal Dapat BLT Minyak Goreng dan Dapat Vaksin Gratis

    Rekomendasi

    Bupati Pasbar Adukan Kerusakan 200 lebih Irigasi Pasca Gempa
    Karena Faktor Ini, SILPA APBD 2021 Tanah Datar Bengkak hingga Rp111,5 M
    Rakernas Apeksi XV di Padang, Wali Kota se-Indonesia Disuguhi “Katan Durian”
    Warga Pantura Tangerang Tuntut Hakim Tolak Praperadilan Jimmy Lie
    Kegiatan Silaturahmi Serta Komsos Adalah Bagian dari Peran dan Fungsi Babinsa

    Ikuti Kami