Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Berencana di NTT Sudah Tahap I

    Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Berencana di NTT Sudah Tahap I
    Konferensi Pers Perkara pembunuhan berencana di NTT

    NTT - ​Berkas perkara kasus tersangka tersangka IADU alias Ira Ua (32) terkait kasus pembunuhan berencana terhadap korban Astrid Manafe dan anaknya Lael Maccabee sudah tahap I hari ini ke Kejaksaan Tinggi NTT.

    Hal ini disampaikan oleh Dirreskrimum Polda NTT AKBP Patar M. H. Silalahi, S.I.K., didampingi Ps. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda NTT Kompol Samuel Koehuan saat Konferensi Pers di Lobi Bidhumas Polda NTT, Jumat (27/5/2022) sore.

    "Kita mohon dukungan dan doanya untuk bisa berkas yang sudah dikirim ini bisa segera mendapat penelitian dari Jaksa, agar bisa rampung dan kita serahkan tersangka dan barang bukti nantinya siap disidangkan", ujar AKBP Patar M. H. Silalahi, S.I.K.

    Dijelaskannya, bahwa terkait dengan progres atau kemajuan kasus ini sebelumnya telah dilakukan pemanggilan terhadap tersangka Ira Ua, tapi panggilan pertama tersangka tidak hadir dan dilakukan agenda praperadilan.

    "Proses kita ikuti dan kita serahkan ke proses hukum yang ada. Dalam perjalanannya profitnya di tolak dan kami melakukan pemanggilan kedua pada tanggal 24 Mei 2022 dan dihadiri oleh tersangka. Setelah pemeriksaan kita tindak lanjut dengan melakukan penahanan, pemeriksaan dilakukan sebagai tersangka pada tanggal 24-25 Mei 2022. Kemudian dilanjut dengan penahanan pada tanggal 25 yang sudah berlangsung selama dua hari sampai hari ini di tempat penahanan di ruang tahanan khusus Wanita di Mapolda NTT", jelasnya.

    "Kemudian pada saat BAP, kita perkuat di alat bukti baik alat bukti dari saksi-saksi, keterangan saksi dan alat bukti berupa ahli dan keterangan alat bukti digital. Dan alat bukti digital lainnya", tambahnya.

    "Saya berharap kasus yang menjadi perhatian warga NTT khususnya Kupang ini bisa clear bisa proses dengan baik bisa masuk pada proses peradilan nantinya dan kita hormati nanti dalam sidang kasus pembunuhan ini", imbaunya.

    Menurut pendapat Ahli rangkaian kalimat tersangka yang berbunyi "hidup saya tidak tenang selama ATE dan LAEL masih ada " adalah PEMICU RANDY melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap ATE dan LAEL dengan tujuan utama RANDY membunuh ATE dan LAEL adalah untuk mempertahankan hubungan RANDY dengan IRA yang selama ini sudah terjalin dalam ikatan keluarga atau rumah tangga. Motifnya adalah ATE dianggap sebagai penghalang hubungan rumah tangga RANDY dengan IRA karena ATE selalu berusaha menghubungi RANDY untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya.

    UPDATES.CO.ID
    market.biz.id UPDATES.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Adapun motif yang dilakukan yaitu tersangka merasa kesal dan marah setelah mengetahui perselingkuhan antara suami (Randy) dan korban (Astrid). Sedangkan modus Operandi bahwa tuturan atau bahasa yang selalu diucapkan pada saat tersangka bertengkar atau berkelahi dengan suaminya secara berulang kali diucapkan atau secara sistematis hal ini menjadi pemicu suaminya untuk melakukan suatu perbuatan (pembunuhan).

    Tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga keras telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, "Sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Subs pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 2 KUHPidana Jo Pasal 80 Ayat (3) dan((4) Jo Pasal 76 C Undang - Undang No.35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  atau Pasal 221 ayat (1) KUHPidana dengan acaman pidananya di atas 5 tahun.

    Latte espresso steamed milk
    market.biz.id Latte espresso steamed milk
    20% Rp 4.000
    Beli sekarang!

    "Saat ini tersangka dalam keadaan sehat dan di tempat sel tahanan wanita di Direktorat Tahti Polda Nusa Tenggara Timur. Pada saat masuk di ruang sel, kita ikut prosedur yang ada, pemeriksaan swab antigen dan pemeriksaan negatif dan kondisi kesehatan baik dan di ruang tahanan adalah ruang tahanan wanita. Jadi hari ini sudah tahap satu. Berkas sudah di kejaksaan. Kita berharap dalam waktu yang dekat ada penilaian atau hasil penelitian dari jaksa tentunya kita semua berharap bisa berjalan dengan baik dan tidak satu ada hambatan", tandasnya.

    Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Di NTT sudah Tahap
    Muhamad Yasin

    Muhamad Yasin

    Artikel Sebelumnya

    7 Pemain Muda Barcelona yang Diprediksi...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 46

    Postingan Tahun ini: 2430

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 39

    Postingan Tahun ini: 1861

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 18

    Postingan Tahun ini: 660

    Registered: Nov 15, 2021

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 13

    Postingan Tahun ini: 735

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Narsono son verified

    Jaga Kondusifitas wilayah, Polsek Plampang Sita Puluhan Botol Minol
    Kasal Tinjau Bakal Lokasi Mabes AL di IKN Nusantara
    Ziarah Makam Pahlawan dalam rangka Hari Bhayangkara, Kapolda Jatim Sempatkan Berdoa di Makam Sang Kakek yang merupakan Pejuang Kemerdekaan
    Ustazd Zainal Arifin Ajak Peduli Sesama yang Tertimpa Musibah

    Rekomendasi

    Cegah PMK, Tim Gabungan Lakukan Operasi Patuh Karantina Di Pelabuhan Tano
    Kesembuhan PMK di Pasuruan 35 Persen, Polres Pasuruan Kota Terus Lakukan Pengecekan Mobilitas Hewan Ternak
    Kata Pakar Hukum, 2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Dinkes 6,3 Miliar Tidak di Tahan ;Ada Apa ?
    Kadis UMKM : Semoga Dapat Menjadi Stimulan di Ajang SBW 2022
    Kapolda Sumbar buka Sumatera Bike Week 2022 di Bukittinggi

    Ikuti Kami